Kamis, 23 Juni 2011

PENGELOLAAN LIMBAH (2)


POTENSI LIMBAH TEMPURUNG KELAPA
SEBAGAI BAHAN PENYERAP LOGAM BERAT
PADA LINGKUNGAN AIR DAN TANAH


PENDAHULUAN
Masyarakat lebih banyak mengenal tempurung kelapa sebagai limbah.  Proses pengolahan limbah tempurung kelapa ini umumnya hanya dijadikan bahan bakar alternative pengganti minyak tanah saja.  Padahal dengan menggunakan teknologi yang tepat, efektif dan efisien, bahan baku tempurung kelapa dapat “disulap” menjadi produk yang multiguna dan bernilai ekonomi tinggi.  Melalui penggunaan teknologi yang tepat dan penerapan prinsip-prinsip dasar optimasi proses, pengolahan tempurung kelapa yang selama ini dipraktikan secara konvensional dapat diperbaiki sehingga kualitas produk yang dihasilkan dapat ditingkatkan.  Proses pengolahan limbah kelapa yang terintegrasi dicirikan dengan adanya proses pengolahan yang jauh lebih singkat, konsumsi energi rendah, nilai tambah produk yang dihasilkan tinggi, serta multi produk dan multiguna. 

Beberapa alternatif pemanfaatan lain yang masih bisa digali dan dikembangkan dari tempurung kelapa, antara lain sebagai bahan penyerap logam berat.

Dari hasil penelitian diilaporkan bahwa pori-pori yang terdapat pada arang tempurung kelapa mampu dan efektif untuk mengikat logam berat terutama logam Pb, Fe, dan Cu (Hardoko IQ, 2006).  Daya serap arang ditentukan oleh luas permukaan partikel dan kemampuan ini dapat menjadi lebih tinggi jika terhadap arang tersebut dilakukan aktifasi dengan bahan-bahan kimia ataupun dengan pemanasan pada temperatur tinggi. Dengan demikian, arang akan mengalami perubahan sifat-sifat fisika dan kimia. Arang yang demikian disebut sebagai arang aktif.  Dalam satu gram karbon aktif, pada umumnya memiliki luas permukaan seluas 500-1500 m2, sehingga sangat efektif dalam menangkap partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0.01-0.0000001 mm. Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut. Dalam waktu 60 jam biasanya karbon aktif tersebut manjadi jenuh dan tidak aktif lagi. Oleh karena itu biasanya arang aktif di kemas dalam kemasan yang kedap udara.
Arang dan arang aktif dari tempurung kelapa keduanya berpotensi dan dapat dikembangkan sebagai bahan penyerap logam berat. Kemampuan arang dan arang aktif dari tempurung kelapa terhadap penyerapan logam berat dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Jumlah logam Pb, Fe, dan Cu yang dapat diserap per kilogram arang tempurung kelapa
Adsorben/Bahan Penyerap
Pb
Fe
Cu
1 Kg Arang Tempurung Kelapa
35,8 mg
15,5 mg
13,8 mg
1 Kg Arang Tempurung Kelapa (Aktivasi)
56,3 mg
43,8 mg
39,9 mg
1 Kg Arang Tempurung Kelapa (Aktivasi + ZnCl2)
72,3 mg
36,1 mg
52,7 mg
Sumber:  Hardoko IQ (2006)


SARAN DAN KESIMPULAN
1.          Potensi tempurung kelapa masih belum dimanfaatkan secara optimal


2.           Limbah tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyerap logam berat pada lingkungan air atau tanah


3.            Perlu uji coba lebih lanjut untuk melihat pengaruh arang tempurung kelapa dalam menyerap logam berat pada tanah dan perairan yang tercemar  logam berat


4.           Perlu sosialisasi secara bertahap dan kontinyu tentang hasil penelitian yang telah dilakukan kepada para petani untuk mengubah pola  budidaya tanaman ke arah budidaya tanaman yang ramah lingkungan

(Dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar: