PEMBELAJARAN DI TEMPAT KERJA
Oleh
IMAS AISYAH SP., M.Si
Pengalaman kerja apa sih yang telah kita peroleh
selama kita berada di tempat kerja?
Pertanyaan ini ditujukan kepada semua orang yang baru beberapa hari diangkat
atau yang sudah lama bekerja sebagai pegawai/karyawan di suatu tempat. Mungkin bagi sebagian dari kita telah
mendapatkan pengalaman kerja yang sangat berharga setelah sekian lama kita bekerja,
namun sebagian dari kita mungkin saja masih merasa bahwa apa yang kita kerjakan di tempat kerja
selama belasan bahkan puluhan tahun adalah hal rutininas saja yang kita lakukan
berulang-ulang, atau diantara kita merasa selama kita berada di tempat
kerja seperti berputar di tempat yang sama dan seolah kita sedang berjalan di tempat
dan tidak ada hal-hal lain yang kita peroleh selain melakukan hal yang sama
dari hari ke hari, dari minggu ke minggu atau dari bulan ke bulan atau dari
tahun ke tahun, hal-hal inilah yang kemudian bisa
menimbulkan rasa jenuh atau bahkan stress, dan biasanya setelah memasuki usia pensiun, kita
baru akan tersadar bahwa pengalaman kerja kita selama puluhan tahun tidak
memberikan sesuatu yang berarti untuk hidup kita atau kita merasakan bahwa ”Selama
kita berada di tempat kerja kita tidak mendapatkan pengalaman kerja apa-apa”.
Banyak para pegawai/karyawan yang setelah bekerja puluhan tahun bahkan sampai
memasuki masa pensiun pun kepribadiannya tidak berkembang, merasa takut dalam mengambil
tindakan
atau keputusan, ragu untuk melakukan inovasi atau hal-hal baru, merasa kesulitan
untuk berkomunikasi, masih kurang pandai bernegosiasi dan berargumentasi
di depan orang banyak, tidak berani menyampaikan ide-ide cemerlang, tidak bisa
mengatasi atau menyelesaikan permasalahan dengan baik dan hal itu semua
merupakan indikator kegagalan kita menimba pengalaman selama kita bekerja di
tempat kerja kita.
Hal ini mungkin bisa terjadi pada diri kita, pada kita semua dan permasalahan utama
kenapa itu bisa terjadi adalah karena kita tidak melakukan proses “Pembelajaran di Tempat Kerja” selama
kita berada di tempat kerja. Dengan
melakukan “Pembelajaran di Tempat Kerja”
selama kita bekerja maka pengetahuan tentang pekerjaan maupun pengembangan diri
dapat kita peroleh, sehingga kita akan selalu tertantang untuk berbuat yang lebih
baik dan lebih baik lagi, pada akhirnya akan membuat kita berkembang dan
ujung-ujung nya karir, jabatan dan gaji tentunya akan meningkat dengan sendiri
nya, bukan? Hal lain yang tak kalah
penting adalah pada saat kita pensiun nanti, kita sudah siap menjadi pribadi
yang matang secara lahir da bathin, pribadi yang sukses, banyak wawasan dan pengetahuan,
penuh percaya diri dan siap menghadapi tantangan dan perubahan.
Teknik-teknik “Pembelajaran di
Tempat Kerja” yang harus kita ketahui, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk
dilakukan. Yang perlu kita lakukan adalah:
A. Tentukan Keahlian Yang Ingin Kita Pelajari
Pada tahap pertama, kita harus instropeksi terhadap
potensi diri dan identifikasi apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan diri, selanjutnya
kita tentukan apa yang akan kita pelajari atau kemampuan apa yang ingin kita
miliki, apakah dalam hal kemampuan bernegoisasi, berkomunikasi, membawakan presentasi,
atau kemampuan pengembangkan diri lainnya.
Apapun yang akan kita pelajari harus menjadi pembelajaran yang akan
meningkatkan atau menambah point terhadap aktivitas pekerjaan kita di kantor.
B. Mencari “Sang Model”
Di tahap kedua ini, kita harus mencari “Sang Model” yang ingin kita pelajari,
baik itu dari cara “Sang Model” bekerja sehari-hari maupun dari cara “Sang
Model” bersikap, belajar dan mengembangkan diri. “Sang Model” itu bisa kita dapatkan dari
atasan kita dan tidak menutup kemungkinan dari bawahan kita. “Sang Model” yang
kita pelajari juga bisa lebih dari satu model tergantung hal-hal apa saja yang
ingin kita pelajari. Misalnya, kita tertarik dengan teknik “negosiasi” dari
bapak “Fulan” maka mulailah setiap
hari kita amati teknik bapak “Fulan”
sehingga beliau berhasil dalam bernegosiasi, berargumentasi, atau ada hal lain
yang kita ingin kita pelajari dalam hal teknik “presentasi dan pendekatan ke
atasan” dan ternyata kita menemukan teknik yang cocok untuk “presentasi dan
pendekatan ke atasan” tersebut pada diri ibu “Hawa”, maka mulailah kita
mempelajari teknik ibu “Hawa”
tersebut dalam presentasi dan pendekatan ke atasan. Setelah itu kita cari lagi point apa lagi
yang ingin kita kembangkan dari diri kita, lalu cari “Sang Model” tersebut,
begitu seterusnya kita lakukan selama
kita masih berada di tempat kerja kita.
C. Berusaha mengamati jurus-jurus dan teknik
“Sang Model”
Di tahap ketiga ini, setiap
hari kita harus berusaha mengamati jurus-jurus dan teknik “Sang Model” tersebut
misalnya dalam hal bekerja, bersikap, berkomunikasi, bernegoisasi,
berargumentasi saat presentasi, keberanian dan kepandaian dalam hal menyampaikan
ide-ide cemerlang di depan atasan, berani dalam hal mengambil keputusan, dan mengembangkan
diri sehari-hari di tempat kerja.
Bernegosiasi
sangatlah penting. Mengetahui cara
bernegosiasi yang benar seringkali sangat menguntungkan posisi kita di dunia
karier. Negosiasi soal posisi yang ditawarkan, misalnya. Atau negosiasi soal
kenaikan gaji. Masalahnya, tak banyak yang tahu dan mau bernegosiasi. Kunci
pertama bernegosiasi adalah menjadi diri sendiri. Pilihlah cara negosiasi yang
membuat Anda nyaman sekaligus mampu merefleksikan siapa diri Anda yang
sebenarnya. Tidak ada salahnya meniru
gaya negosiasi orang lain. Ambil cara
yang terbaik yang dapat meningkatkan rasa percaya diri kita di depan orang yang
kita ajak bicara. Coba cari tahu apa
kekuatan dan kelemahan kita, dan lihat bagaimana orang-orang bereaksi terhadap
kekuatan dan kelemahan itu. Cara ini akan membantu kita menonjolkan kekuatan dan
menyingkirkan kelemahan kita. Ini juga akan membantu kita mengenali kekurangan kita.
D. Berusaha
sekuat tenaga untuk mempraktekan teknik-teknik yang sudah kita pelajari dari
“Sang Model”
Di tahap keempat ini, kita
harus berusaha sekuat tenaga untuk mempraktekkan teknik-teknik yang sudah kita
pelajari dari “Sang Model” tersebut dalam kehidupan kerja kita sehari-hari, dan
saat kita bekerja di tempat kerja dan jika kita sudah berhasil menerapkannya
maka sebenarnya kita sudah berhasil mengubah cara kerja kita, cara berpikir
kita, dan mengembangkan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih
matang dalam bersikap, lebih berani dalam mengambil keputusan, tampil berani
dan percaya diri ketika menyampaikan ide
dan argumen kepada orang lain dan yang paling utama menjadi pribadi yang lebih bermanfaat
bagi orang lain di sekitar lingkungan dimana kita berada.
E. Menghindari hal-hal negative yang bisa
merusak kepribadian dan karier
Di tahap kelima ini, kita harus berusaha untuk menghindari orang dan lingkungan di mana
kita bekerja, yang bisa membawa aura negatif terhadap pribadi kita dan karier
kita. Contohnya kita harus “menghindari” beberapa
hal berikut:
1.
Bergosip. Hindarilah sikap
tidak terpuji dengan menyebarkan berita negatif tentang rekan kerja, atasan
atau bawahan kita kepada rekan yang lain yang berada dalam satu tempat kerja.
Bersikaplah positif dan berusahalah menjadi contoh yang baik
bagi rekan-rekan kerja yang lain. Dengan mengusung sikap terpuji, tidak bergosip
atau bermain politik kotor di kantor, kita akan akan terhindar dari masalah yang tidak penting yang bisa
menjadi penghalang karier kita.
Mengggosip atau ngobrol yang tak ada juntrungnya hanya akan merusak dan
membuang-buang waktu saja, selain itu juga akan merusak
konsentrasi, mengganggu pikiran, serta membuang momentum penting yang kita miliki.
Lingkungan sangat kuat mempengaruhi pribadi seseorang, selama kita menjadi
orang yang kuat dalam pendirian, bisa membawa diri menjadi pribadi yang kuat, tidak
mudah terpengaruh oleh orang lain, dan selalu berpikiran positif terhadap
lingkungan, maka selamanya kita akan menjadi orang yang ”super” seburuk apapun
lingkungan tersebut.
2.
Konflik Negatif.
Tak dapat dihindari, di setiap tempat pasti akan muncul konflik. Bukan hidup namanya
kalau tidak ada konflik. Konflik sendiri berbeda-beda jenisnya. Salah satunya
konflik frontal dimana seorang karyawan akan dengan sangat terbuka menentang
kebijakan perusahaan ataupun atasannya. Sebaiknya kita jangan ikut terpancing.
Bersikap bijaklah menanggapi hal-hal seperti itu di sekeliling kita. Bila ada
yang menentang pendapat kita, jangan diladeni dengan amarah atau emosi. Tetap
berfikir jernih dan ajak setiap anggota team untuk berpikir demi kepentingan
perusahaan bersama, bukan semata hanya untuk unjuk gigi kebolehan di depan
manajemen.
Jika kita
konsisten melakukan “Teknik Pembelajaran di Tempat Kerja” seperti di atas,
niscaya kesuksesan akan sangat mudah kita raih dan kita kita pun siap memasuki dunia
pensiun nanti dengan bekal berbagai pengalaman
yang kita pelajari selama di tempat kerja, dan yang paling penting adalah pada
saat ada orang lain bertanya “berapa lama pengalaman kerja anda ?”, maka “angka
tahun” yang kita sebut sebagai “lamanya pengalaman kita ” tersebut benar-benar
merupakan “lamanya pengalaman kita bekerja yang sesungguhnya” dan bukan
merupakan “lamanya kita mengulangi kebodohan-kebodohan kita berulang-ulang di
tempat kerja”.
Jadi.....tunggu
apa lagi...marilah mulai hari ini kita melakukan “Pembelajaran di Tempat Kerja” dan percaya di ujung sana sukses
sedang menanti kita......., Good Luck......
(Dari berbagai sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar